Strategi Mempertahankan Bisnis di Tengah Banyaknya Kompetitor

Munculnya pesaing-pesaing bisnis kerap mengganggu eksistensi bisnis Anda. Pelajari cara bertahan dan menang dalam kompetisi bisnis yg ketat di sini.

Ciri-Ciri Agen Asuransi yang Sukses

By on July 11, 2016

Agen Asuransi yang Sukses

Acap kali profesi agen asuransi dipandang sebelah mata oleh sebagian orang karena tidak memiliki penghasilan tetap. Keadaan ini makin diperburuk dengan maraknya kasus penipuan oleh orang tak bertanggung jawab yang berkedok agen asuransi. Atas alasan ini, sebagian orang tidak begitu tertarik menggeluti profesi agen asuransi. Padahal, karena tidak memiliki penghasilan tetap inilah yang membuat agen asuransi bisa memiliki penghasilan tiada terbatas bahkan kemungkinan bisa melampaui manager. Semakin banyak polis asuransi terjual, bakal semakin tinggi komisi yang diberikan. Apalagi jika melulu capai target, bakal ada bonus yang menjanjikan dari perusahaan asuransi. Agar tidak dicurigai sebagai agen asuransi abal-abal, lisensi agen asuransi yang didapatkan melalui berbagai tes harus dimiliki harus selalu dibawa saat pendekatan ataupun closing. Lebih dari sekedar tanpa pengenal, lisensi agen asuransi juga layaknya “SIM kendaraan” atau “lisensi pilot”. Bagaimana mulai tertarik menjadi agen asuransi? Yuk, cari tahu ciri-ciri agen asuransi yang sukses:

Mudah bergaul & pandai berkomunikasi

Agen asuransi yang sukses itu pada dasarnya mudah dalam bergaul. Layaknya bunglon, agen asuransi yang sukses bisa dengan mudah menyesuaikan diri sehingga mudah diterima oleh lingkungan tempat ia berada. Berawal dari kedekatan ini, agen asuransi yang sukses bakal mudah memberikan informasi seputar asuransi bahkan menarik orang di sekitarnya untuk membeli polis asuransi yang ditawarkan. Tidak hanya pandai dalam bergaul, agen asuransi yang sukses juga pandai berkomunikasi. Agen asuransi bakal memberikan informasi sekaligus menjawab setiap pertanyaan calon nasabah dengan lengkap, jelas, & tidak gugup sehingga kepercayaan calon nasabah bakal terbentuk. Kepercayaan inilah yang akhirnya menjadikan mereka sebagai nasabah yakni membeli produk asuransi di agen asuransi yang bersangkutan.

Memahami penuh produk yang ditawarkan       

Sejatinya, tak sedikit yang belum memahami produk-produk asuransi. Kondisi inilah yang membuat penetrasi asuransi sulit dilakukan. Maka dari itu, mereka yang kedatangan agen asuransi akan bertanya sedetail mungkin untuk bisa memahami apa itu asuransi, manfaatnya, preminya, dll. Atas dasar ini, agen asuransi harus memahami penuh produk asuransi yang ditawarkan. Apabila pengetahuan tentang produk asuransi yang ditawarkan hanya sedikit sehingga membuat jawaban atas pertanyaan calon nasabah terbata-bata & tidak detail, calon nasabah jelas kecewa & tidak terbangun kepercayaan di dalam dirinya. Pasti bakal muncul di benaknya, “apakah benar ini agen asuransi terpercaya? Kalau iya, kenapa tidak tahu produk asuransi yang ditawarkan?” Sebaliknya kalau paham produk asuransi secara penuh, jawaban yang tegas, tepat, dan detail akan membuat calon nasabah mengerti & akhirnya merasa wajib memiliki polis asuransi.

Memiliki mental baja & motivasi yang tinggi    

Benar adanya tak sedikit orang yang tidak percaya dengan agen asuransi. Bahkan, ada sebagian calon nasabah yang menunjukkan rasa tidak suka kehadiran agen asuransi secara terbuka misalnya menutup pintu ketika agen asuransi datang, dengan sengaja tidak membuka pintu, atau berkata dengan nada kasar pada agen asuransi. Seorang agen asuransi yang sukses harus punya mental baja dalam menghadapi kondisi ini. Di samping itu, harus punya motivasi yang tinggi agar bisa bangkit dari kondisi. Kalau mental tempe & tidak punya motivasi, baru sehari saja jadi agen asuransi pasti sudah menyerah. Kalau begitu, sampai kapanpun tidak bakal sukses menjadi agen asuransi ataupun menggeluti profesi lainnya.. Btw, berikut strategi untuk mengatasi konsumen berbagai karakter:

  • Konsumen cerewet: hadapi dengan sikap sabar, berikan penjelasan sedetail mungkin, & berbicara dengan nada pelan.
  • Konsumen arogan: berikan kesan bahwa ia benar misalnya “Anda benar, tapi” dan berikan pujian yang wajar.
  • Konsumen hemat: berikan data & perhitungan yang detail, dan sampaikan manfaat dengan tepat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *